06 Juli 2017, 00:00 WIB / oleh Agung Bakti Sarasa / Dilihat 105 Kali

BANDUNG - Pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) mulai menyentuh proyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka. PT Jasa Sarana tengah sedang merancang bangun akses dari Tol Cisumdawu menuju Bandara Kertajati.

Koordinasi telah dilakukan dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR), Lintas Marga Sedaya (LMS) sebagai operator Tol Cikampek-Palimanan (Cipali), dan konsorsium Citra Karya Jabar Tol (CKJT) sebagai pengembang Tol Cisumdawu.

"Pada saat yang bersamaan, kami juga berkoordinasi dengan Pemkab Majalengkan untuk penentuan akses bandara tersebut," ungkap Direktur Utama PT Jasa Sarana, Mulyadi di Bandung, Rabu  5 Juli 2017.

Mulyadi menjelaskan, koordinasi dengan BPJT dilakukan untuk mendapatkan opsi akses bandara dari Tol Cipali atau Tol Cisumdawu menuju Bandara Kertajati. Koordinasi dengan Pemkab Majalengka dilakukan untuk mendapatkan tiga titik opsi akses bandara yang paling memungkinkan.

"Sementara koordinasi dengan CKJT terkait pembiayaannya karena ada porsi lahan yang diperlukan untuk akses tersebut. Apakah disiapkan lahan oleh Pemprov Jabar dengan penyertaan modal ke Jasa Sarana atau oleh konsorsium," jelasnya.

Untuk diketahui, Tol Cisumdawu dibangun sebagai akses utama menuju Bandara Kertajati yang ditargetkan mulai beroperasi akhir 2018. Berdasarkan data BPJT per April 2017, pembangunan Tol Cisumdawu menunjukkan progres yang cukup menggembirakan, terutama pembangunan kontruksi seksi II yang menghubungkan Tanjungsari-Sumedang yang sudah mencapai 79,10%. Secara keseluruhan, progres pembangunan Tol Cisumdawu kini sudah 21,8%.

"Pembebasan lahan dan kontruksi seksi I dan seksi II sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemerintah. Sementara seksi III, IV, V, dan VI merupakan tanggung jawab konsorsium," terang Mulyadi.

Sementara itu, progres pembebasan lahan pun terus menunjukkan peningkatan. Mulyadi menyebutkan, seksi I Cileunyi-Tanjungsari sepanjang 14,7 km telah mencapai 69,85%, seksi II Tanjungsari-Sumedang sepanjang 19,2 km mencapai 95,26%, seksi III Sumedang-Cimalaka sepanjang 3,15 km mencapai 98,08%, seksi IV Cimalaka-Legok sepanjang 8,2 km mencapai 1,64%. "Sisanya masih dalam proses," katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa membenarkan, pihaknya telah mengajukan permohonan kepada BPJT untuk menerbitkan izin akses jalan tol menuju Bandara Kertajati. Meskipun tol bandara masih mendapat penolakan sebagian warga Kabupaten Majalengka, namun permohonan itu tetap diproses agar saat diperlukan tak perlu lagi menempuh tahapan.

"Nantinya, terminal multimoda Bandara Kertajari akan mengintegrasikan layanan transportasi yang dibutuhkan penumpang maupun pengusaha logistik," katanya