21 Februari 2021, 00:00 WIB / oleh wisnu wage pamugkas / Dilihat 447 Kali

Bisnis.com, BANDUNG — BUMD PT Jasa Sarana menyiapkan tambang pasir batu di Paseh, Sumedang untuk mendukung pembangunan infrastruktur strategis di wilayah utara Jawa Barat. Direktur Utama PT Jasa Sarana Hanif Mantiq mengatakan pihaknya sejak akhir tahun 2020 lalu tengah intens mengelola bisnis di sektor tambang yang diyakini bisa menjadi salah satu sektor andalan bagi korporasi.

Menguasai lahan seluas 20 hektare di Paseh, Sumedang pihaknya tengah menggenjot produksi tambang pasir batu di kawasan tersebut. “Demand-nya tinggi, untuk permintaan ritel saja setiap hari bisa lebih dari 50 truk dilayani,” katanya dalam rilis resmi Jasa Sarana, Minggu (21/2/2021).

Menurutnya tambang pasir batu Paseh selain dikelola untuk memenuhi kebutuhan permintaan ritel bahan bangunan atau para pengembang perumahan, juga disiapkan untuk mendukung program pembangunan infrastruktur strategis di wilayah utara Jawa Barat. Antara lain Tol Cisumdawu, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Pelabuhan Patimban dan pengembangan kawasan Rebana.

“Tujuan kami mensupport pembangunan yang tengah digenjot oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Paseh baru kita garap intens Desember 2020 lalu, targetnya bisa produksi 30.000-50.000 m3 kubik per bulan. Pangsa pasar tinggi sekali, sementara lokasi pasir batu saat ini sudah terbatas, kebetulan posisi kita strategis untuk menunjang pembangunan di utara Jawa Barat, papar Hanif.

Hanif juga memastikan meski melakukan eskplorasi, pihaknya tetap mengutamakan aspek lingkungan. “Aspek lingkungan pun menjadi konsen, nantinya area tambang akan kami padukan dengan konsep pertambangan berwawasan lingkungan,” katanya.

Kawasan Utara sendiri tengah menjadi fokus pembangunan. Semisal, Rebana Metropolitan merupakan wilayah utara/timur laut Provinsi Jabar yang meliputi tujuh daerah, yakni Kabupaten Sumedang, Majalengka, Cirebon, Subang, Indramayu, dan Kuningan, serta Kota Cirebon. Sebagai jantung pertumbuhan kawasan ini, ada Pelabuhan Patimban di Kab. Subang dan Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kab. Majalengka yang berfungsi sebagai pusat konektivitas dan logistik.

Rebana Metropolitan diproyeksikan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi Jabar melalui pengembangan kawasan industri yang terintegrasi, inovatif, kolaboratif, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan. Dengan 13 kota baru, Rebana Metropolitan dinilai bisa meningkatkan 5 persen ekonomi dan menghadirkan 4,3 juta lapangan kerja di 2030.