03 Februari 2017, 00:00 WIB / oleh AHMAD FIKRI / Dilihat 740 Kali

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memutuskan memperlebar jalan alternatif Cadas Pangeran. “Jalan alternatif dari Ciherang mask Rancakalong menuju Sumedang akan diperlebar oleh PUPR, supaya kalau terjadi apa-apa di Cadas Pangeran, dan Jembatan Cisomang belum jadi (perbaikannya) semau bisa hancur, pasokan barang bisa rusak semua,” kata dia di Bandung, Kamis 2 Februari 2017.

Jalan raya penghubung Sumedang-Bandung melewati Cadas Pangeran saat ini menjadi rute pengalihan truk angkutan berat dari Jakarta menuju Bandung yang tidak diperolehkan melintas Jembatan Cisomang di jalan tol Purbaleunyi yang kini tengah diperbaiki karena bergeser. Truk angkutan berat diminta keluar tol di KM66 meneruskan ke tol Cipali, jika menuju Bandung memanfaatkan pintu tol Sumberjaya, Cirebon lalu melintasi Sumedang menuju Bandung. “Beberapa kali (Cadas Pangeran) longsor, semua angkutan berat lewat situ, siapa yang jamin itu gak akan longsor?” kata Deddy.

Deddy mengatakan, pemerintah tengah membangun Jalan Tol Cismdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) sebagai solusi permanen menghindari Cadas Pangeran yang rawan longsor. “Cisumdawu sendiri harus seelesai 2018 akhir atau awal 2019,” kata dia.

Asisten Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sekretariat Daerah Jawa Barat, Deny Juanda Puradimaja mengatakan, pelebaran jalan alernatif Cadas Pangeran itu akan dikerjakan tahun ini oleh Kementerian PUPR. “Ada program bantuan dari APBN untuk menata dan melbarkan jalan itu dalam rangka Lebaran, dari Rancakalon sampai Sumedang,” kata dia, Rabu, 1 Februari 2017.

Deny mengatakan, pelebaran jalan alternatif itu ditargetkan rampung sekaligus mengantisipasi puncak arus mudik Hari Raya Lebaran. Pekan ini tengah dihitung rincian pelebaran jalan yang akan dilakukan pada jalan alternatif itu. “Minggu depan sudah ada datanya segmen mana yang akan dilebarkan, karena ada jalan provinsi dan jalan kabuapten akan dilebarkan,” kata dia.

Sementara proyek pemerintah memutuskan sejumlah perubahan dalam proyek Jalan Tol Cisumdawu yang terbagi dalam 6 seksi, yang akan diteruskan tersambung ke jalan tol Cipali. “Cisumdawu itu untuk Seksi 1 dan 2 dari Cileunyi sampai Sumedang, untuk seksi 3 sampai 6 nyambung ke Cipali. Sekarang seluruh pembebasan lahan diputuskan di danai dari APBN. Kemarin sebagian oleh Jasa Sarana, sekarang diminta berhenti,” kata Deny.

PT Jasa Sarana, BUMD milik Jawa Barat itu sedianya mendapat penugasan untuk membebaskan lahan jalan tol itu. Dana yang sudah dikeluarkannya untuk pembebasan lahan akan diperhitungkan sebagai penyertaan saat jalan tol itu beroperasi. “Konstruksi Seksi 1 dan 2 juga seluruhnya akan didanai oleh APBN, dan seksi 3 sampai 6 oleh swasta dan sekarang dalam proses penetapan pemenang,” kata Deny.

Deny mengatakan, pemenang tender pembangunan seksi 3 sampai 6 itu akan diputuskan otomatis sebagai operator jalan tol Cisumdawu. Pemerintah menargetkan konstruksi seluruh seksi jalan tol Cisumdawu rampung 2018.