06 Agustus 2017, 00:00 WIB / oleh Dea Andriyawan / Dilihat 115 Kali
INILAH, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan pembangunan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) tuntas sesuai target, yakni pada akhir September pasca tuntasnya pengerjaan struktur fisik.
 
Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengakui sejumlah pekerjaan berat Tol sepanjang 10,55 kilometer tersebut sudah tuntas pada awal Agustus ini. Pihaknya mencatat sampai Kamis (3/8), total pengerjaan mencapai 78,208%.
 
“Tersisa sekitar 21,7%, diperkirakan sesuai rencana akhir September ini tuntas seluruhnya,” katanya di Bandung, Minggu (6/8/2017).
 
Kepastian tersebut didapat mengingat pengusahaan proyek yang dilakukan PT Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) tersebut sudah melewati proses pengerjaan struktur yang paling berat.
 
Antara lain struktur jembatan Ciwidey, Citarum, Cidano 1, Cidano 2 dan Cibeureum, simpang susun Pasirkoja, Marga Asih dan Katapang, hingga fly over.
 
“Untuk seksi 1 Pasirkoja-Marga Asih, seksi 2 Marga Asih-Katapang sudah selesai 100%,” tuturnya.
 
Sementara itu lanjut Iwa, sisa pengerjaan 21% lagi adalah berupa penimbunan tanah, pembetonan di dua seksi tersebut, lean concrete, dan gerbang tol.
 
Pihaknya pun tidak terlalu khawatir atas sisa pekerjaan fisik mengingat hanya menyisakan penuntasan aksesoris tol.
 
“Gerbang tol baru Katapang Barat yang dibangun, total pengerjaan untuk akses keluar masuk ini baru mencapai 36%,” ujarnya.
 
Kemudian, pembebasan lahan pun menurut Iwa sudah mulai tuntas, tercatat pada seksi 2 sudah 100% lahan yang dibebaskan. Sisanya berada di seksi 1 yang baru mencapai 99,79%, namun dari laporan yang didapat pihaknya sisa lahan tersebut tidak terlalu berpengaruh pada penyelesaian tol.
 
“Target rampung Insya Allah bisa tercapai karena struktur 100%,” paparnya.
 
Iwa memastikan dari sisi kendala proses pengerjaan tol saat ini sudah bisa diselesaikan di lapangan, mengingat dari segi pendanaan dipastikan aman. Selain itu pembebasan lahan tanah wakaf dan masyarakat tidak menemui ganjalan seperti sebelumnya.
 
“Oktober tol ini bisa uji operasional, karena kendala yang signifikan sudah tidak ada,” katanya.
 
Sebelumnya, Direktur Utama PT Jasa Sarana Mulyadi mengatakan target tersebut mulai realistis mengingat perkembangan tol ini menunjukan progress yang signifikan sejak akhir Mei lalu.
 
“Awal Juni kemarin sudah mencapai 75% lebih. Agustus diperkirakan konstruksinya selesai,” katanya.
 
Menurutnya jika Agustus tuntas, maka selanjutnya pihaknya sebagai salah satu pemegang saham PT CMLJ akan mengajukan sertifikasi layak operasi pada Badan Pengatur Jalan Tol untuk selanjutnya diujicobakan. Mulyadi mengaku proyek yang akan menghubungkan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung ini molor 6 bulan dari target pengoperasian awal 2017 ini.
 
Menurutnya persoalan di lapangan tidak mudah diselesaikan mulai dari pembebasan lahan, tanah urugan hingga cuaca yang terus menerus hujan.
 
“Kami sudah meminta PT CMLJ untuk memberikan lahan pengganti,” tandasnya. [jek]