08 Agustus 2017, 00:00 WIB / oleh Syarief Abdussalam / Dilihat 698 Kali

TRIBUNJABAR.CO.ID,BANDUNG - DPRD Jawa Barat terus mendorong optimalisasi kinerja belasan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Barat.

Selain dalam bentuk perombakan direksi atau manajemen dan penambahan tenaga profesional, upaya peningkatan kinerja BUMD ini dilakukan dengan penambahan penyertaan modal.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Haris Yuliana mengatakan upaya ini di antaranya dilakukan beberapa waktu lalu, saat pihaknya mengusulkan perombakan direksi di internal BUMD yang berkinerja kurang baik dan sulit menghasilkan pendapatan bagi pemerintah.

"DPRD menilai kinerja BUMD-BUMD di Jawa Barat ini sekarang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi beberapa tahun lalu. Sekarang sudah berkontribusi besar untuk menghasilkan PAD (pendapatan asli daerah) bagi Jawa Barat," kata Haris di Bandung, Selasa (8/8).

Haris tidak menampik masih ada BUMD Jawa Barat yang masih tergantung pada suntikan dana dari pemerintah untuk menjalankan operasinya. Namun bertahap, diharapkan BUMD-BUMD ini segera menghasilkan pendapatan untuk Jawa Barat.

Selama ini diketahui, katanya, sejumlah BUMD seperti Bank Jabar Banten (BJB), PT Migas Hulu, PT Migas Hilir, dan PT Jasa Sarana, telah memberikan pemasukan yang cukup besar untuk PAD Jawa Barat, sampai ratusan miliar rupiah.

"PT Jamkrida hanya rugi di tahun pertama. Setelah dibimbing terus, tahun-tahun selanjutnya terus menghasilkan pendapatan," katanya.

PT Agronesia yang sempat mengalami kerugian walau mendapat suplai modal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, katanya, kondisinya kian membaik setelah dilakukan perombakan direksi dan manajemen. Terpenting, ujarnya, semua BUMN harus bisa menjalankan proyeknya dengan baik.

"Hari ini kita bisa berharap kepada BUMD. Dulu, BUMD hanya menjadi sapi perahan para politisi. Kini kami menghilangkan pemikiran itu, mengubah BUMD ke fungsi seharusnya, yakni memberikan PAD kepada pemerintah dan menggerakkan ekonomi masyarakat," katanya.

BUMD lainnya, yakni Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB), katanya, diharapkan akan menjadi BUMD unggulan lain di Jawa Barat, seiring dengan beroperasinya Bandara di Kertajati di Kabupaten Majalengka.

Diharapkan juga, BUMD Jawa Barat ambil bagian pada proyek-proyek lainnya di Jawa Barat, seperti pembangunan dan pengoperasian pelabuhan di Patimban di Kabupaten Subang. (adv)