04 November 2017, 00:00 WIB / oleh Jaenal Mutakin / Dilihat 40 Kali

Metrotvnews.com, Bandung: Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang PS Brodjonegoro melakukan kunjungan kerja ke proyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka yang akan beroperasi pada pertengahan 2018 nanti.

Direktur PT BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan, progres pengerjaan bandara yang memakan lahan 1.800 hektare (ha) per Senin 30 Oktober 2017 mencapai 66,5 persen.

"Lingkup pekerjaan infrastruktur ini yakni jalan, drainase, lansekap parkir dan ramp simpang susun, paket ini akan rampung pada akhir November 2017 ini," ujar Virda, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 4 November 2017.

Paket dua meliputi pembangunan gedung terminal penumpang yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya Tbk (Wika) dan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) capaian pekerjaannya sudah mencapai 52,58 persen.

"Di tahap dua ini lingkup yang dikerjakan pengembang yakni berupa interior, atap utama, eletrikal and plumbing, atap boarding lounge, bird eye view dan arsitektur kom ACP," ungkap Virda.

Adapun untuk paket tiga meliputi pembangunan gedung operasional yang dikerjakan Waskita Karya sudah hampir mendekati sempurna dengan 90,33 persen. Waskita diberi tanggung jawab untuk mengerjakan sarana penunjang operasional bandara berupa incenerator, meteorologi, ground water tank, jalan kawasan, substation dan perangkat keamanan kebakaran bandara.

"Sedangkan kesiapan runway sepanjang 2.500 meter yang nantinya akan dipush sampai 3.500 meter yang dilakukan dari Kementrian Perhubungan sudah mencapai 90 persen," jelas Virda.

Untuk kesiapan fasilitas lain dari BIJB, di mana progres penyedia dilakukan oleh multipihak tidak kalah menggembirakan. Sebut saja fasilitas bahan bakar pesawat untuk hydrant pit dari Pertamina sudah siap 100 persen. Selanjutnya pembangunan tower sebagai fasilitas navigasi penerbangan sudah mencapai 82 persen.

"Lainnya fasilitas dari BMKG sudah mencapai 99 persen, penyambung air sudah mencapai 95 persen dan penyambungan listrik mencapai 96 persen," tambah Virda.

Melihat progres yang sudah sesuai jalur, Virda meyakini bandara yang kini sudah memiliki 3-Letter Airport Code 'KJT' dari IATA tersebut sudah bisa disoft launching pada kuartal I-2018.

Virda juga menyampaikan, skema pembiayaan bandara dimana PT BIJB adalah lembaga pertama yang mempergunakan skema pembiayaan infrastruktur dengan penerbitan RDPT atau Reksa Dana Penerbitan Terbatas (RDPT). Melalui skema ini BIJB menargetkan penjualan RDPT Bandara Kertajati maksimal Rp1 triliun.

Adapun sisanya dari Rp2,6 triliun yang dibutuhkan, PT BIJB selaku BUMD Pemprov Jabar diberikan suntikan lewat pola penanaman saham diamana Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT Jasa Sarana dengan total modal yang disetor Rp808 miliar. PT Jasa Sarana memiliki porsi modal Rp12 miliar.

Bambang pun mengapresiasi langkah PT BIJB yang sudah melakukan perencanaan, pendanaan sampai pembangunan di mana saat ini sudah lebih dari 60 persen. Termasuk skema pembiayaan yang tidak bergantung pada pemerintah sepenuhnya lewat dukungan dengan skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA).

"Kami dari Bappenas ingin lihat salah satu proyek yang bisa menjadi model pengembangan pembiayaan investasi nonanggaran. Maka dari sini ada staf khusus menteri yang mengkoordinasikan investasi nonanggaran, yang paling penting adalah kita mencoba membuat paradigma baru dalam membuat bandara. Karena terus terang mayoritas bandara di kita adalah masih milik TNI AU. Dan fungsinya dikomersilkan. Yang menglola kalau tidak BUMN, ya Kementerian Perhubunga. Itu pola bandara di Indonesia kebanyakan," paparnya.

Pemprov Jabar yang menginsiasi membentuk BUMD Jabar lewat PT BIJB kata dia, ini tentu bisa menjadi model baru pengelolaan bandara yang tidak harus ketergantungan lewat pembiayaan uang negara.

"Kertajati kami terlibat juga, semoga bisa menjadi model pengelolaan dan pembangunan bandara yang alternatif di Indonesia. Jadi jangan enggak harus ikuti pola lama yang berhubungan dengan BUMN," pungkasnya.


(AHL)

http://ekonomi.metrotvnews.com/mikro/GKdQgGWN-progres-pembangunan-bandara-internasional-kertajati-capai-66-5