29 Agustus 2018, 00:00 WIB / oleh Dadi Haryadi / Dilihat 51 Kali

JALAN DIPONEGORO, AYOBANDUNG.COM--BUMD PT Jasa Sarana dan DPRD Jabar mendorong Pembangunan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) pembangunan seksi I & II disegerakan pemerintah.

Direktur Keuangan PT Jasa Sarana Indrawan Sumantri mengatakan pihaknya sebagai afiliasi di Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) kini tengah menggarap seksi III Sumedang-Cimalaka sepanjang 4,05 kilometer. “Sampai saat ini kami berkomitmen mendorong infrastruktur strategis ini,” katanya di Bandung, Rabu (29/8).

Menurutnya, dalam proyek ini, pihaknya mendorong percepatan lewat keikutsertaan PT Jabar Bumi Konstruksi yang tergabung dalam PT CKJT dengan saham 10%. Namun  percepatan di porsi BUJT dinilai percuma jika Pusat tidak segera mendorong penyelesaian di seksi Cileunyi-Sumedang.

”Jangan sampai CKJT keasyikan membangun seksi 3 dan selanjutnya, tapi kurang peduli terhadap upaya percepatan solusi penyelesaian Seksi 1 & 2 yang merupakan milik Pemerintah,” tuturnya.

Sejak 2006, PT Jasa Sarana sendiri merupakan inisiator pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, dengan total panjang 60,1 km yang terbagi menjadi 6 seksi pembangunan. 

Sebagai afiliasi Jasa Sarana, PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) melakukan pembangunan pada seksi 3 (sumedang-cimalaka 4,05km), seksi 4 (cimalaka-legok 8,20km), seksi 5 (legok-ujung jaya 14,9 km), dan seksi 6 (ujung jaya-dawuan 6,07km).

“Sampai saat ini, Kami berkomitmen mendukung kemajuan pembangunan infrastruktur strategis ini, sekaligus mendorong anak perusahaan, yakni PT Jabar Bumi Konstruksi untuk ikut andil dalam pembangunan,” ujar Ayi Mohamad Sudrajat, Direktur Investasi PT Jasa Sarana.

Dihubungi terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanady mengatakan pihaknya meminta agar target percepatan Tol Cisumdawu bisa tepat jadwal.

Menurutnya yang menjadi masalah adalah porsi pemerintah di seksi I dan II masih dibelit persoalan pembebasan lahan yang lambat. “Seksi I dan II 28 km dikerjakan oleh pusat semua. Lahan baru 30% tahap satu eksisting, lahan mentok terutama diJatinangor yang sampe saat ini belum beres,” katanya.

Sementara seksi III-VI yang menjadi porsi BUJT sepanjang 33,22km masih membutuhkan dana sekitar Rp8 triliun di luar pembebasan lahan. Namun dari sisi lahan khususnya seksi III dinilai lebih optimal untuk menggenjot pengerjaan fisik. “Lahan udah 99% fisik mulai dikerjakan,” ujarnya.

Meski seksi II Rancakalong-Sumedang sepanjang 6 kilometer sudah hampir selesai dan tahun depan bisa dibuka dia mengkhawatirkan berpengaruh pada kelaikan tol. “Dewan minta jangan sampai tahap dua ini pekerjaan selesai tapi belum bisa beroperasi. Jadi kan sayang kalau dilewati kendaraan berat, jalan dua tahun masih laik operasi enggak?” tuturnya.

Sebelumnya, Pemprov Jawa Barat akan menganggarkan lahan pembebasan lahan untuk menyambungkan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.

Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan anggaran sebesar Rp60 miliar sudah dirancang agar ketika tol Cisumdawu tuntas bersamaan dengan jalan akses dari Kertajati ke tol tersebut. “Anggaranya sudah diusulkan, nanti dari seksi VI Cisumdawu di Dawuan ke Kertajati,” katanya di Gedung Sate, Bandung, Kamis (23/8/2018).

Menurutnya usulan anggaran tersebut direncanakan dari saat ini agar proses pembebasan lahan bisa dilakukan pada awal 2019 mendatang. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BPN Kanwil Jabar agar proses pembebasan dijalankan. “Jadi begitu masuk Januari 2019, administrasinya beres bisa langsung dibayarkan uang ganti ruginya,” tuturnya.

Upaya ini dilakukan agar dua infrastruktur tersebut terintegrasi dan saling terhubung. Menurut Iwa dengan perencanaan dini, maka ketika Tol Cisumdawu tuntas seluruh seksi maka urusan akses ke bandara akan mudah. "Kami sedang dorong ini dalam rangka percepatan,” katanya.

http://ayobandung.com/read/2018/08/29/37397/pembangunan-tol-cisumdawu-porsi-pemerintah-harus-dipercepat