12 Desember 2018, 00:00 WIB / oleh suaramerdeka.com / Dilihat 417 Kali

BANDUNG, suaramerdeka.com - Pemprov Jabar akan membantu penuh langkah BUMD infrastruktur, Jasa Sarana guna mempercepat pengoperasian incinerator kedua milik anak perusahaannya, PT Jasa Medivest yang bergerak di bidang pengelolaan limbah rumah sakit di kawasan Plant Dawuan. 

Menurut Asisten Ekbang Setda Jabar, Edy Nasution, pasca pencabutan sanksi Kementerian LHK, pihaknya ingin memastikan proses perizinan incinerator dapat terfasilitasi segera, "Jamed kita dorong dalam waktu cepat," katanya kepada wartawan di Bandung, Selasa (11/12).

Dirut Jasa Sarana, Dyah SH Wahjusari menyambut baik keinginan Pemprov tersebut. Dorongan itu bernilai positif bagi pengembangan perseroan yang dihadapkan pada tantangan tak ringan.

"Terkait izin operasional Incinerator II Plant Dawuan, salah satu anak perusahaan kami, PT Jasa Medivest (Jamed) ini sifatnya prioritas," katanya.

Dengan beroperasinya Incinerator II Plant di Karawang akan membuat Jamed mempunyai kemampuan memusnahkan 24 ton limbah medis setiap harinya.

Anak perusahaan pun akan segera mendapatkan kontrak guna melayani pemusnahan limbah medis sesuai dengan regulasi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam pengolahan limbah tersebut yang sudah berjalan terpadu, Jamed telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001, 14001 dan 18001. Plant Dawuan pun dilengkapi ruang pembakaran bersuhu 1.000-1.100 derajat Celcius yang dilengkapi kontrol polusi udara, mesin pembakaran yang mampu menetralkan emisi gas buang.

Sebelun terkena sanksi, Jamed melayani sekitar 1.900 perusahaan medis. Dari angka tersebut, 15 persen di antaranya rumah sakit dengan kontribusi pendapatan perseroan mencapai 85 persen.