14 Oktober 2019, 00:00 WIB / oleh wisnu wage pamungkas / Dilihat 286 Kali

Bisnis.com, BANDUNG—BUMD PT Jasa Sarana dan PT ICDX Logistik Berikat (ILB) melakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) pembiayaan pengadaan barang/material senilai Rp1 triliun lebih.

Penandatanganan diinisiasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas) melalui fasilitasi PINA Center for Private Investment bertempat di Ruang BS Mulyana(Kementerian PPN/Bappenas) Jakarta, Senin (14/10/2019).

Momen penting ini dihadiri oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Kepala Bappenas), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Esselon 1 pada K/L terkait.

Dyah SH Wahyusari, Direktur BUMD Jasa Sarana menandatangani HoA dengan Petrus Tjandra selaku Presiden Direktur PT ICDX Logistik Berikat, bersama investee (tempat dimana investor melakukan penanaman modal/penyertaan modal) lainnya, yakni PT Jasa Marga (Persero) Tbk., PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk. dan PT Brantas Abipraya.

Dyah mengatakan alternatif pendanaan yang difasilitasi Pemerintah Pusat ini berguna untuk mengatasi kendala pembiayaan ekuitas proyek infrastruktur.

PT Jasa Sarana (JS) menurutnya akan menyalurkan skema fasilitas pembiayaan (material dan alat berat) dari PT Indonesia Commodity & Derivatuves Exchange (ICDX) untuk beberapa project PT Jabar Bumi Konstruksi, anak perusahaan JS yang bergerak dalam bidang konstruksi melalui Kerjasama pembiayaan pengadaan barang/material sampai dengan Rp 1 Triliun.

“Kemampuan keuangan BUMD yang terbatas merupakan tantangan pembangunan infrastruktur strategis di Jawa Barat, kami (Jasa Sarana) tentu akan mengupayakan akselerasi skema pembiayaan (fasilitasi), tidaklain guna men-support percepatan pembangunan proyek infrastruktur di Jawa Barat,” katanya dalam rilis resmi korporasi yang diterima Bisnis.

PT Jabar Bumi Konstruksi yang merupakan anak perusahaan PT Jasa Sarana di bidang konstruksi akan semakin percaya diri dalam ikut serta membangun infrastruktur di Jawa Barat, baik jalan tol, maupun infrastruktur lainnya.

“Penandatanganan kesepakatan ini merupakan langkah awal komitmen dari para pihak untuk menindaklanjutinya. BUMD Jasa Sarana sebagai investment holding company berhasil mendapatkan kepercayaan berupa fasilitas pembiayaan yang bersumber dari PT ICDX Logistik Berikat. Pembiayaan Pengadaan barang/material akan tersalurkan untuk project anak perusahaan Jasa Sarana, yakni PT Jabar Bumi Konstruksi,” ujar Eko Putro Adijayanto, Chief Executive Officer PINA Center for Private Investment.

Pembiayaan Investasi Non Anggaran (PINA) merupakan skema pembiayaan proyek infrastruktur tanpa melibatkan APBN melalui penggalangan sumber pembiayaan alternatif, agar digunakan untuk berkontribusi dalam pembiayaan proyek proyek strategis nasional yang membutuhkan modal besar, tetapi dinilai baik secara ekonomi dan menguntungkan secara finansial.

Hingga Oktober 2019, PINA Center for Private Investmenttelah memfasilitasi financial closesenilai Rp 52 triliun, dengan target financial close2019 sebesar Rp 84 triliun atau setara US$6 miliar. Jumlah proyek yang saat ini masuk dalam fasilitasi PINA Center for Private Investmentadalah sebanyak 29 proyek dengan total nilai sebesar Rp 630 triliun atau setara US$44 miliar. Dari sisi investor, PINA Center for Private Investmentsaat ini memiliki sejumlah investor utama dari dalam dan luar negeri, di antaranya adalah PT Taspen, BPJS Ketenagakerjaan, dan Canada Pension Plan Investment Board (CPPIB).